Namrole, TM – Dugaan hilangnya dana milik para guru di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mulai mencuat dan memicu keresahan. Dana yang disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah itu diduga tidak sampai ke rekening penerima.
Sejumlah guru mengaku kaget saat mengecek rekening mereka, karena dana yang seharusnya sudah dicairkan ternyata belum diterima.
“Kami kaget karena saldo tidak bertambah, padahal kabarnya dana sudah masuk,” ungkap salah satu guru yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Para guru menyoroti peran salah satu bank di Namrole yang dinilai harus memberikan penjelasan transparan terkait aliran dana.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa pihak bank berdalih dana tidak bisa dicairkan karena rekening penerima sudah tidak aktif.

“Katanya rekening sudah tidak aktif, itu penjelasan dari pihak bank,” ujar sumber tersebut.
Namun alasan tersebut dinilai janggal oleh para guru, mengingat dana disebut telah lebih dulu dicairkan.
Para guru mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki dugaan penggelapan tersebut.
“Kalau hanya kesalahan administrasi, segera diperbaiki. Tapi kalau ada unsur kesengajaan, harus diproses hukum,” tegas perwakilan guru.
Mereka juga meminta agar pimpinan dan pihak terkait bank tersebut diperiksa guna mengungkap aliran dana secara jelas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak bank belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Kasus ini menambah daftar persoalan penyaluran dana di daerah, khususnya yang menyangkut hak tenaga pendidik.
Para guru berharap pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan segera mengambil langkah cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan kepercayaan publik tetap terjaga.(gafar)
















